272. HR. Muslim: 4/2075, Ibnul Atsir berkata: “Maksud Nabi r lupa”,
karena beliau senantiasa memperbanyak dzikir, selalu mendekatkan
diri kepada-Nya dan waspada. Jadi, apabila sebagian waktu yang
lewat tidak melakukan dzikir, maka beliau menganggapnya dosa.
Kemudian beliau cepat-cepat membaca istighfar. Lihat Jami’ul Ushul:
4/386.
273. HR. Bukhari: 7/168, Muslim: 4/2071.
274. HR. Bukhari: 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama: 4/2071.